Wisudawan/i Jurusan Agribisnis

Pada wisuda periode ini, UNRI mewisudakan sebanyak 2.726 orang wisudawan, dengan rincian Fakultas Pertanian (FP) 199 orang, 57orang diantaranya adalah wisudawan dari prodi S1 Agribisnis. Rektor Universitas Riau (UNRI) Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA pada Sidang Terbuka Senat Universitas Riau dalam rangka Dies Natalis ke-60, Wisuda Program Pascasarjana ke-52, Program Profesi ke-45, Program Sarjana ke-115, dan Program Diploma ke-655. Rabu, (5/10/2022) di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Kampus Patimura UNRI.

Memasuki abad ke-21, bangsa Indonesia sebagai unsur masyarakat dunia, dihadapkan pada berbagai tantangan besar berskala global. Sebagian besar tantangan muncul dari proses globalisasi dan diperkirakan semakin intensif pada abad mendatang.

Globalisasi tidak hanya mendorong terjadinya transformasi peradaban dunia melalui proses modernisasi dan proses informasi, melainkan mendorong perubahan-perubahan dalam struktur kehidupan dunia, termasuk Indonesia.

Lebih lanjut, Rektor dalam hal ini menyampaikan Peradaban dunia ini, selalu berkembang sesuai dengan bentuk interaksi, relasi, keterbukaan informasi, serta pengetahuan diantara masyarakat, yang pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana bentuk dan berkembangnya suatu peradaban.

Oleh Karena itu, mau tidak mau, zaman terus berkembang. Perkembangan inilah yang akan dihadapi dalam kehidupan global. Ilmu merupakan bentuk bekal dalam menghadapi dunia global. Ilmu akan bermanfaat, akan dapat digunakan jika diberdayakan sebagaimana mestinya.

Berkaitan dengan hal itu, Rektor mengajak wisudawan UNRI agar senantiasa berkontribusi bagi masyarakat untuk dapat menghasilkan manfaat yang berkualitas serta bermutu dalam menyikapi peradaban dunia, sesuai dengan tema wisuda “Berdaya Saing Tinggi Berkontribusi dalam Mewujudkan Transformasi Teknologi Dan Inovasi Dalam Menuju Society 5.0,” ucapnya.

“Hadirnya society 5.0 merupakan model masyarakat berbasis teknologi. Hal ini membuat manusia memiliki pemikiran yang lebih kritis, kreatif, dan mampu menyeimbangkan kemampuan pemecahan masalah serta pengembangan,”

Lebih lanjut Rektor sampaikan, mengamati kondisi sosial cenderung heterogen, dinamis, dan kompleks, akan berpotensi terhadap polarisasi masyarakat, maka perlu adanya sikap yang tepat menyikapi kondisi tatanan sosial masyarakat yang terjadi.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, maka salah satu cara yang paling efektif adalah melalui pendidikan. Sivitas akademik harus menjadi personal yang dapat memupuk kebersamaan dan melestarikan tradisi peradaban, menjunjung tinggi keberagaman serta toleransi dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. jelas Rektor UNRI.

Leave a Reply